Tips Memilih Ban
CERMATI LEBAR, PROFIL & DIAMETER
1. Saat ingin memilih ban, pastikan ukurannya,
mulai dari lebar tapak, ketebalan ban hingga dimensi velg sama.
Selain agar dapat terpasang sempurna, ukuran ban yang tepat, lebih
nyaman dan aman dipakai harian.
2. Penggantian ban minimal harus sepasang (kiri-kanan). Penggantian
ban yang berbeda antara kiri dan kanan, dapat membuat kerja ban yang
baru menjadi lebih berat. Dan juga berpengaruh terhadap keamanan
berkendara karena ada perbedaan grip (daya cengkeram ban).
3. Disarankan untuk mengisi tekanan angin yang ideal. Umumnya tekanan
angin ban berada pada angka 30-34 Psi. Jika kurang, maka ban rawan
terlipat atau bahkan sobek saat bermanuver. Sementara jika terlalu
tinggi tekanannya, maka akan mengurangi kenyamanan lantaran karakter ban
menjadi lebih keras.
4. Penggunaan ban dengan ukuran tapak lebih lebar dan tebal, akan
menyebabkan rolling resistance lebih besar, sehingga akan berpengaruh
pada performa dan konsumsi bahan bakar. “Selain itu juga beresiko
menyentuh bibir spakbor saat berkendara pada beban penuh atau jalan
bergelombang,” sahut Zein Saleh, senior marketing PT. Multistrada Arah
Sarana, selaku produsen ban merek Achilles.
5. Sebaliknya, jika menggunakan ukuran tapak ban lebih kecil, maka
ban akan terlihat ‘narik’. Sehingga akan merusak susunan anyaman kawat
pada ban. Penggunaan profil ban lebih tipis, akan membuat karakter ban
lebih keras dan beresiko merusak velg saat menjadi benturan. “Namun
kini, ban lebih tipis memiliki konstruksi lebih kuat, sehingga lebih
aman dan dapat melindungi velg dari benturan,”sahut Romijo Huka,
supervisor PT. YHI Indonesia, selaku produsen ban Yokohama di Tanah Air.